Blog ini tidak sesuai dibaca oleh umat Kristian kecuali yang ingin mencari kebenaran.

Blog ini bertujuan untuk mempertingkatkan keyakinan (iman) umat Islam daripada ancaman kerosakan akidah meyakini Alkitab (Bible) sebagai Kitab Injil yang asli. Ini kerana terdapat pelbagai (banyak) kelemahan dalam Alkitab (Bible) yang dikenalpasti melalui penyelidikan.

Ini secara langsung membatalkan kesucian
Alkitab (Bible) sebagai kitab Allah.


[Baca Dulu] Pengenalan

Al-Quran memperjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan 3 kitab sebelum Al-Quran yang perlu diimani (termasuk dalam rukun iman) oleh seorang muslim iaitu Kita Zabur, Kitab Taurat dan Kitab Injil. 

Antara ketiga-tiga kitab yang masih boleh dilihat pada masa ini ialah Alkitab (Bible) yang kononnya diterjemahkan dari Kitab Injil yang asal malah kitab ini dikatakan oleh umat Kristian sebagai Kitab Injil asal.

Berdasarkan kepada syarat iman seorang muslim (Islam), tidak menjadi kehairanan jika seseorang muslim membaca dan cuba memahami malah menyelidik isi kandungan Alkitab (Bible) yang dikatakan Injil (oleh umat Kristian) dengan alasan untuk melengkapi imannya.

Walaupun begitu, jika Alkitab (Bible) merupakan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS sekalipun, umat Islam tetap tidak diwajibkan untuk mengamalkannya.

Malangnya, Alkitab (Bible) sekarang ini sangat bercanggah dengan Al-Quran dan meyakininya bukan meningkatkan iman tapi akan merosakkan akidah sebagai seorang muslim (Islam).

Itulah sebabnya perungkaian dan pendedahan percanggahan Alkitab (Bible) ini penting bagi menjelaskan kepada umat Islam bahawa Alkitab (Bible) itu bukan Kitab Injil yang asli, tidak boleh diyakini dan telah terbatal kesuciannya dengan banyaknya perselisihan di dalamnya.

Paling mengemparkan ialah di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri menafikan tentang apa yang dipercayai oleh umat Kristian masa kini seperti yang dijelaskan di rangkap seterusnya.

Penyelidikan secara terperinci terhadap Alkitab (Bible) ini menemukan banyak pertentangan kefahaman sedia umat Kristian dalam pelbagai perkara di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri seperti

  • Tuhan itu Esa (monotheisme) dan bukan trinitas (3 dalam 1)
  • Yesus (Nabi Isa AS) bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
  • Penerangan Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)
  • Penafian dosa waris
  • Penafian penebusan dosa
  • Dengan jelas ramalan tentang akan adanya Nabi akhir zaman.
Apa yang paling meragukan ialah terdapat ayat-ayat yang tidak releven yang mustahil dari dari firman Allah SWT seperti

  • Ayat-ayat Porno (cabul)
  • Memperlekehkan Tuhan itu sendiri.
  • Memperlekehkan para Nabi Allah
  • Ayat-ayat yang tidak masuk akal.
  • Ayat (hukum) yang sangat sukar untuk dipraktikkan.
  • Ayat-ayat berbentuk tahyul (mistik) atau cerita dongeng.
  • Ayat-ayat diskriminasi (pilih kasih)
Ditambah lagi keraguan itu dengan adanya ayat-ayat berbentuk ramalan Tuhan yang sangat meleset.
Paling membingungkan dan mampu membatalkan kesucian Alkitab (Bible) sebagai kita suci (firman Tuhan) apabila terdapat terlalu banyak perselisihan ayat di dalamnya sama ada dalam Perjanjian Baru atau Perjanjian Lama.

Tidak kurang juga ayat-ayat yang seolah-olah Tuhan itu ragu-ragu (kurang pasti) terhadap pernyataannya yang terkandung dalam Alkitab (Bible).

Dengan yang demikian, para teolog Kristian (ilmuan Kristian) yang prihatian dan memahami keadaan sebenar Alkitab (Bible) mengakui akan senario ini seperti yang diperkatakan oleh

Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland

Kita tidak perlu malu bahawa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab. Kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan tahun dan fakta.

Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita sehingga kita akan berkata: "Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu.

Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia.

[Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298]

Dr. Mr D.C Mulder

Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kitab suci menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan dibawah nama orang yang termasyhur.

Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud karena raja itu termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur.

Dengan kata lain perkataan pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno yang patut diperhatikan tetapi tradisi itu tidak mengikat.

[Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205]

Dr. Welter Lempp

Susunan semesta alam diuraikan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern.

[Tafsiran Kejadian, hal 58]

Pandangan Kejadian I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman.

[Tafsiran Kejadian, hal, 65]

Dr. R. Soedarmo

Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki.

[Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47]

Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram.

[Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49)]

***

Jaminan Keaslian Al Qur'an Hingga Akhir Zaman

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya." 

15:9 Surat Al-Ĥijr (The Rocky Tract) - سورة الحجر 

Disebutkan bahwa penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an meliputi penjagaan dari perubahan, pengurangan, penambahan dan penyelewengan. Adapun objek yang dijaga mencakupi lafaz mahupun makna Al-Qur’an

Rujukan:

Tafsir Jalalain ; 271. Imam Jalilain Ta’liq Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfurry cet 2/1422H. Darussalam KSA

Tafsir As Sa’dy hal 429. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy Rahimahullahu cet 1/1420 H Darul Haitsam Mesir

Sumber

Copyright @ 2013 Alkitab - Kitab Injil atau Bible (Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama).